〜 Papan verifikasi varietas tin 〜
Board|Artikel | Varietas|Tools|Tentang|[Masuk]|
← Semua artikel

Cara Memperbanyak Ara dengan Stek Akar|Langkah-langkah dan Tips Propagasi Menggunakan Akar Tebal

Diperbarui: 2026-09-27

Cara yang umum untuk memperbanyak Ficus carica ialah melalui stek dan penggandakan akar, namun terdapat pula metode "root layering" yang memanfaatkan akar tebal yang terpotong saat pemangkasan atau penanaman ulang. Karena metode ini tidak menggunakan cabang di atas permukaan tanah, akar yang tersisa dapat dimanfaatkan tanpa pemborosan, sejalan dengan waktu pemangkasan. Bagian ini menjabarkan mekanisme root layering, prosedurnya, dan titik-titik yang mudah mengalami kegagalan.

Bibit yang tumbuh dari biji
© Famartin, CC BY-SA 4.0

Perbanyakan Akar (Nekabugi) | Perbedaan dengan Stek dan Pengglepetan

Propagasi akar rebah adalah metode perbanyakan yang dilakukan dengan memotong sebagian akar di dalam tanah, kemudian menanamnya kembali untuk mendorong pembentukan akar dan tunas baru. Akar Ficus carica mudah membentuk tunas adventif (tunas yang muncul dari tempat yang biasanya tidak menghasilkan tunas), dan ketika akar berdiameter sekitar 1 cm dipotong dan ditanam dalam tanah lembap, tunas dapat muncul di dekat permukaan potongan. Perbanyakan setek menggunakan cabang di atas permukaan tanah sehingga memerlukan pengelolaan bahan setek selama fase dormansi, sementara perbanyakan dengan penumpukan (air layering) dilakukan dengan membiarkan akar terbentuk sambil tetap menempel pada pohon, sehingga terbatas pada pemilihan lokasi. Propagasi akar rebah berbeda dari kedua metode tersebut karena mampu memanfaatkan langsung akar-akar yang terputus dari hasil penanaman kembali atau pemangkasan akar.

Waktu yang Tepat dan Persiapan

  • Waktu: Periode daun gugur hingga sebelum tunas keluar (akhir musim dingin dengan menghindari musim dingin berat). Melakukannya bersamaan dengan penggantian pot atau penataan ulang akar memudahkan untuk mendapatkan akar.
  • Akar yang digunakan: akar sehat dengan diameter sekitar 1 cm dan panjang 10–15 cm. Akar yang terlalu halus mudah gagal karena kekeringan atau pembusukan.
  • Tanah: Tanah dengan keseimbangan baik antara drainase dan retensi air (bola merah kecil + daun terurai, atau medium stek)
  • Wadah: pot bibit atau tray bibit. Untuk penanaman langsung di tanah, dapat menggunakan bedengan bibit.

Prosedur Penakaran Akar

  1. Saat melakukan penanaman ulang atau penggalian rumpun, pilih akar yang sehat dan memiliki ketebalan yang sesuai, kemudian potong dengan alat yang bersih.
  2. Catat arah potongan akar yang dicabut sehingga posisi atas dan bawah (sisi dekat dengan induk tanaman dan sisi ujung) dapat dikenali dengan jelas.
  3. Letakkan akar secara horizontal di dalam wadah yang berisi media tanam, lalu tutup dengan tanah sedalam 2-3 cm (jangan menanam terlalu dalam).
  4. Beri air untuk menetapkan tanah, dan tempatkan di lokasi dengan cahaya terang hingga naungan setengah hari.
  5. Berikan air ketika permukaan tanah mengering, dan pertahankan kondisi tanah yang selalu sedikit lembab.
  6. Ketika suhu meningkat pada musim semi awal, tunas baru mulai muncul dari dalam tanah. Ketika tunas memanjang dan beberapa lembar daun terbuka, ini menunjukkan bahwa akar mulai aktif, sehingga gradualkan paparan terhadap cahaya matahari.

Poin-poin Manajemen dan Hal-hal Penting hingga Terbentuk Akar

Perbanyakan akar memiliki variabilitas yang lebih besar dalam waktu hingga tumbuh tunas dibandingkan dengan stek. Tunas dapat muncul dalam beberapa minggu, namun dapat juga memerlukan waktu 1–2 bulan, oleh karena itu penting untuk tidak menggali kembali sebelum tunas terlihat. Pengeringan berlebihan menyebabkan akar mati, sebaliknya jika tanah selalu terlalu lembab dapat mengakibatkan pembusukan. Gunakan media tanam dengan drainase baik sehingga air dapat keluar dari lubang pot, dan pilih tempat penempatan yang menghindari paparan hujan langsung. Setelah tunas tumbuh dan daun berkembang, adaptasikan secara bertahap terhadap cahaya matahari seperti halnya bibit normal, dan pindahkan ke pot yang sedikit lebih besar atau ke tanah saat akar sudah memenuhi pot.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Akar Bibit Hasil Okulasi

Hal yang perlu diperhatikan dalam perbanyakan akar adalah apakah pohon induk berasal dari okulasi atau tidak. Akar pohon hasil okulasi sering kali berasal dari batang bawah (rootstock), dan apabila tunas muncul dari akar tersebut, tanaman yang tumbuh mungkin memiliki sifat batang bawah, bukan varietas yang diinginkan. Sebaiknya memastikan terlebih dahulu apakah pohon merupakan pohon "akar sendiri" (self-rooted) dari biji atau stek, atau hasil okulasi, kemudian menggunakan akar dari pohon akar sendiri untuk perbanyakan agar lebih aman. Untuk bibit yang asal-usulnya tidak jelas, sebaiknya menanyakan terlebih dahulu melalui forum atau sumber lain sebelum mencobanya.

Perbanyakan akar terbuka dapat dicoba sambil memangkas atau mengganti pot tanpa memerlukan alat khusus. Namun karena tingkat perkecambahan dan kecepatan pertumbuhan tidak stabil seperti stek, disarankan untuk mencoba metode ini bersama dengan stek atau okulasi jika ingin hasil yang pasti. Ketika pucuk tidak berhasil tumbuh atau ada keraguan tentang asal tunggul, konsultasikan situasinya di papan diskusi. Tren kemudahan perbanyakan menurut varietas juga dapat menjadi referensi dari postingan di panduan varietas.

Punya ara yang ingin diidentifikasi?

Jelajahi ensiklopedia varietas, atau unggah foto di papan dan tanyakan ke komunitas.

0views

This article was drafted with AI assistance and reviewed by the site operator. Variety details are for reference—please confirm identification through discussion on the board.

Bagikan:𝕏LINEf

Balas0

Login diperlukan